IGW: Oposisi Tidak Akan Pernah Mati
Ada yang mengatakan oposisi telah mati. Sebenarnya tidak. Oposisi masih hidup. Tapi bukan dirumah-rumah parpol, melainkan tumbuh diruang-ruang publik.
Yang menarik, oposisi yang biasanya diarahkan ke pemerintah atau eksekutif, sekarang justru sangat tajam menyerang DPR. Oposisi ke DPR bukan parpol, tapi oleh rakyat. Rakyat telah mengambil alih peran parpol yang menyebutkan dirinya oposisi. Anehnya partai yang disebut sebut oposisi justru menjadi obyek oposisi rakyat. Oposisi terhadap Oposisi.
Oposisi ke DPR sangat terasa beberapa bulan terakhir. Terutama setelah seorang anggota DPR mengambil kebijakan yang tak sehati dengan rakyat. Sikap oposisi ke DPR kian kencang setelah DPR ngotot membangun gedung baru seharga Triliunan lebih walau ditentang rakyat. Rangkaian korupsi yang menyeret anggota DPR, juga kian mencoreng para wakil rakyat. Belum lagi membicarakan anggota Dewan yang tertidur saat sidang dan merokok didalam Gedung DPR.
Ramainya Kasus-kasus anggota DPR yang mencuat di twitter, facebook dan blog. Twitter dan blog kini menjadi media oposisi yang tajam. Coba saja lihat twitter, tidak sedikit yang mengungkap beberapa kasus atau info yang justru tidak terungkap. Media ini sangat cepat dan tak perlu konfirmasi.
Twitter dan facebook tak lagi menjadi sarana curhat yang remeh-remeh, tapi sudah menjadi arena politik yang diminati. Disinilah ruang oposisi terbuka luas dengan menu isu yang beragam. Kenapa terjadi? Karena parpol yang seharusnya mengambil peran oposisi, sudah tak lagi dipercaya. Oposisi akan tumbuh subur dan sehat kalau dijalankan oleh parpol yang kredibel, khususnya lebih kredibel dibanding pemerintah.
Kalau oposisi sudah berselingkuh dengan pemerintah, maka tamatlah riwayatnya. Tokoh-tokoh oposisi diharamkan main mata dengan pemerintah, karena justru akan menjadi harakiri bagi parpol oposisi tsb.
Sekaranglah saatnya kita menumbuhkan oposisi yang sehat, termasuk di ruang publik dan ruang maya. Kalau parpol tak lagi mampu menjalankannya, maka rakyat akan mengambil alih.
LSM IGW mendukung Gerakan Oposisi rakyat terhadap pemerintah atau eksekutif, Legislatif jika semua kebijakan diluar nalar pikiran Rakyat Indonesia yang tidak masuk diakal, LSM IGW juga berkomitment menjadi Garda terdepan demi kepentingan aspirasi Rakyat Indonesia guna mengedepankan Keadilan dan Kesejahteraan Rakyat.
Oposisi yang sehat dan kredibel bisa menjadi pupuk bagi pemerintah. Karena didalam tubuh oposisi yang sehat terdapat pemerintah yang kuat dan sehat pula.
Bagaimana kalau oposisi akhirnya berselingkuh dengan pemerintah? Maka rakyat akan menjadi pengadil, rakyat yang akan mengkudeta.
Yang menarik, oposisi yang biasanya diarahkan ke pemerintah atau eksekutif, sekarang justru sangat tajam menyerang DPR. Oposisi ke DPR bukan parpol, tapi oleh rakyat. Rakyat telah mengambil alih peran parpol yang menyebutkan dirinya oposisi. Anehnya partai yang disebut sebut oposisi justru menjadi obyek oposisi rakyat. Oposisi terhadap Oposisi.
Oposisi ke DPR sangat terasa beberapa bulan terakhir. Terutama setelah seorang anggota DPR mengambil kebijakan yang tak sehati dengan rakyat. Sikap oposisi ke DPR kian kencang setelah DPR ngotot membangun gedung baru seharga Triliunan lebih walau ditentang rakyat. Rangkaian korupsi yang menyeret anggota DPR, juga kian mencoreng para wakil rakyat. Belum lagi membicarakan anggota Dewan yang tertidur saat sidang dan merokok didalam Gedung DPR.
Ramainya Kasus-kasus anggota DPR yang mencuat di twitter, facebook dan blog. Twitter dan blog kini menjadi media oposisi yang tajam. Coba saja lihat twitter, tidak sedikit yang mengungkap beberapa kasus atau info yang justru tidak terungkap. Media ini sangat cepat dan tak perlu konfirmasi.
Twitter dan facebook tak lagi menjadi sarana curhat yang remeh-remeh, tapi sudah menjadi arena politik yang diminati. Disinilah ruang oposisi terbuka luas dengan menu isu yang beragam. Kenapa terjadi? Karena parpol yang seharusnya mengambil peran oposisi, sudah tak lagi dipercaya. Oposisi akan tumbuh subur dan sehat kalau dijalankan oleh parpol yang kredibel, khususnya lebih kredibel dibanding pemerintah.
Kalau oposisi sudah berselingkuh dengan pemerintah, maka tamatlah riwayatnya. Tokoh-tokoh oposisi diharamkan main mata dengan pemerintah, karena justru akan menjadi harakiri bagi parpol oposisi tsb.
Sekaranglah saatnya kita menumbuhkan oposisi yang sehat, termasuk di ruang publik dan ruang maya. Kalau parpol tak lagi mampu menjalankannya, maka rakyat akan mengambil alih.
LSM IGW mendukung Gerakan Oposisi rakyat terhadap pemerintah atau eksekutif, Legislatif jika semua kebijakan diluar nalar pikiran Rakyat Indonesia yang tidak masuk diakal, LSM IGW juga berkomitment menjadi Garda terdepan demi kepentingan aspirasi Rakyat Indonesia guna mengedepankan Keadilan dan Kesejahteraan Rakyat.
Oposisi yang sehat dan kredibel bisa menjadi pupuk bagi pemerintah. Karena didalam tubuh oposisi yang sehat terdapat pemerintah yang kuat dan sehat pula.
Bagaimana kalau oposisi akhirnya berselingkuh dengan pemerintah? Maka rakyat akan menjadi pengadil, rakyat yang akan mengkudeta.



Komentar
Posting Komentar