LSM IGW: Tak Ada Yang Gratis Dalam Pencalonan Kepala Daerah

Jakarta, IGW -- Ketua Umum LSM IGW Robiansyah, mengatakan, di Indonesia tidak ada yang gratis. Begitu juga dalam mengusung maupun diusung partai politik (parpol) serta perorangan dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada).

Sehingga, dia menilai, tidak dapat dipungkiri fenomena calon tunggal kepala daerah di suatu daerah dalam Pilkada serentak 2015 akibat adanya mahar politik.

"Terkait mahar yang diminta oleh partai terhadap kandidat yang akan minta dukungan pencalonan adalah hal yang tidak bisa di pungkiri. Kalau mereka bilang tidak ada mahar, sebenarnya hanya istilahnya saja yang berbeda-beda. Tapi pastinya semua tidak ada yang gratis, bahkan semakin kinclong sebuah partai semakin besar biaya politik/mahar yang diminta," kata Robiansyah kepada Indikasinews.com di kantornya, sabtu (1/8/15).

Menurut Ketua Umum LSM IGW ini, mahar politik dalam pencalonan Pilkada terjadi karena tidak adanya kepastian dari seorang kandidat yang diusung setelah jadi akan memberikan kontribusi balik ke partai pengusung.

"Hal lain adalah karena peminat untuk dapat dukungan lebih besar dibanding syarat dukungan yang tersedia," ungkapnya.

Sebab itu, tambahnya, adanya calon tunggal adalah jadi fenomena menarik saat ini karena jika kandidat adalah Incumbent/tokoh yang terkenal dan berpeluang besar untuk menang, maka semestinya tidak perlu ada mahar lagi.

"Sebab jika menang maka program partai pengusung akan terbagi rata, sehingga tidak perlu ada cost politik di awal, tapi berganti progam partai yang pro rakyat yang harus di jalankan oleh pejabat bupati/ walikota/gubernur terpilih," pungkasnya. (aya)

Komentar